Album #3 Delicious Trap



ERA WAWASAN BARU MUSIK POP; ORKESTRASI FEEDBACK DAN SIRKUS AMPLIFIER

30 Maret 2010 pukul 14:07
Source : Press Release

Maafkan atas ke-cacatnada-an album rehearsal idiot ini. Sebisa mungkin kami tidak ingin me-rendahdiri-kan diri kami sendiri. Tapi kami hanyalah sekumpulan bodoh yang terdiri dari seorang vocalist out of tune serta tak cakap bernyanyi, diiringi oleh pemain gitar gadungan dengan skill Nol Besar yang selalu bermimpi, ketika show seseorang lain bermain gitar di belakang panggung untuknya, demi menutupi suara gitar yang dia mainkan di atas panggung dengan volume gitar dimatikan.

Mungkin sound pada rehearsal album Delicious Trap adalah sound demo rehearsal terburuk sepanjang masa, dan penodaan pada sejarah musik melalui pengingkaran titi nada. Penyelewengan fungsi gitar, melecehkannya dengan menghindari chord hampir sepanjang lagu. Merubahnya menjadi sebuah komposisi orkestra feedback dan sirkus amplifier. Disadari atau tidak, hal ini akan menjadi cikal bakal era wawasan baru dalam sejarah musik pop. Meskipun kalau diukur dari standar kesuksesan band indie-nesia, tentulah album ini akan segera dicampakkan oleh gelombang radio serta dijauhkan dari nominasi lomba “indie-indie”an ala pabrik rokok yang sedang ngetrend di kalangan kawula muda jaman sekarang.

Yah, lewat tangan dingin David Lie sebagai produser musik, sound engineer merangkap drummer cadangan, rasanya inilah hasil terbaik yang mampu kami lakukan untuk sebuah album rehearsal. Demi hasrat untuk memperkosa dan membunuh si genit nada yang telah menari dan bernyanyi sepanjang masa, semenjak bebunyian berirama tercipta. Kami menyebut wawasan baru ini sebagai FENOMENA GEMPURAN BADAI FEEDBACK! Yang terasa menyakitkan saat datang di kala hari tenang.

Rehearsal album Delicious Trap ini terdiri dari tiga single dan satu bonus track, yaitu:

1. “No Such a Place to Run” 
menceritakan tentang terjebak dalam dilema di sebuah kota kecil dan keadaan klise, di mana apa yang telah kita berikan, ternyata pihak-pihak lain meminta lebih banyak. Tak ada cara lain untuk lari dari berbagai masalah tersebut.

Lirik: **No Such a Place to Run**
I think of suicide. Better place, better way I choose to die. I try to realize. It’s all about, to give & take much more. From the city I lived, which way to go? Which way? No such a place to run!

2. "It’s my Coffin" 
bercerita tentang mengubur kisah-kisah diri sendiri, demi kebaikan semua hal atau yang semua orang inginkan. Single ini begitu tenang laksana air laut yang surut terlalu ke tengah, menunggu serbuan hablur ombak yang tak terperikan dan tak terukur gempurannya.
Lirik: **It’s my Coffin**
it’s my coffin, I write a letter. Thousand words, hope you would better. It’s my coffin, along times ago, Made from a wood, that I never know. If this love, is not for me.. I will sit here, wait you come and see.. I failed

3. “I Wish Upon a Star” 
adalah sebuah single persembahan. Ode buat buah hati kami Saint Dandelion. Sebuah pengharapan sebagai orang tua berpenghasilan pas-pasan, agar kelak sang anak tumbuh dan bersinar menjadi bintang yang paling terang. Sebuah apologia atas ketidak mampuan dan kegagalan kami meraih peran utama dalam episode sandiwara dunia. Lirik: **I Wish Upon a Star**
I wish upon a star, to makes my dreams come true But I don’t need to go that far, cause my star is you.. i’m useless, I’m nothing couldn’t do, anything
“semoga kau bersinarlah, jadi bintang paling terang.. semoga kau bersinarlah, dan semua akan terdiam:” 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar